Senin, 13 Juni 2011

Buton Balaba(baca:Cultural) Academy

Oleh: Darfito Pado
Apakah Buton Balaba(baca:Cultural) Academy itu?

Basis dasar dari academy ini adalah tempat penggemblengan generasi muda Buton lewat perkenalan beladiri (budaya) khas Buton. Di dalam academy ini akan dikembangkan seluas-luasnya keseluruhan potensi Balaba (budaya) Buton yg akan diwariskan kepada generasi muda Buton sebagai "bekal hidup" yang akan dipegang dalam perjalanan "merobek-robek angkasa biru" demi menegakkan (baca: menempatkan pada posisi yg layak) panji Buton Raya itu. Di tempat ini pula lah kepercayaan seluruh masyarakat Buton harus dipatri. Sehingga bila seluruh masyarakat Buton dari berbagai penjuru mata angin ingin memberikan kontribusi, pada tempat inilah bisa dialamatkan semua sumber daya dan potensi tersebut. Singkat kata, wadah ini adalah candradimuka penggemblengan generasi muda yg mewarisi keluhuruan Budaya Buton.

Kenapa Harus Buton Balaba(baca:Cultural) Academy itu?

Pernahkah kita-kita semua berpikir tentang apakah kontribusi budaya Buton dalam mewarnai keseluruhan hidup masyarakat Buton secara formal? Adakah kita pernah berpikir betapa Budaya Buton sama sekali tidak pernah dipertimbangkan secara serius dalam event-event pemilihan Kepala Daerah misalnya, kecuali bahwa masing-masing pihak berlomba-lomba merelasikan dirinya dengan masa "Kebesaran" itu dan memperlakukan simbol-simbol budaya kita tak ubahnya "pelacur" murahan? Pernahkah kita berpikir untuk membuat sebuah kekuatan netral dan amanah yang mampu mengatakan kepada "penguasa-penguasa" itu bahwa jika rakyat Buton ditelantarkan, maka beliau-beliau akan berhadapan dengan kekuatan moral masyarakat Buton yg ibarat air adalah sejuk dan merupakan syarat hidup bagi semua hampir semua makhluk hidup,tetapi bisa berubah menjadi kekuatan penghenti yg sangat efektif dalam usaha meninggikan harkat, martabat dan kualitas hidup masyarakat Buton itu sendiri. Kita membayangkan bahwa para sokoguru dari wadah ini adalah tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh sosial yg mengabdikan diri bagi kemaslahatan umat dan masyarakat Buton.

Apa yg harus kita lakukan agar hal tersebut di atas terwujud?

Tidak mudah memang jika kita ingin mewujudkan hal ini. Ada banyak kendala, baik teknis maupun non-teknis. Kendala terbesarnya adalah sifat amanah dan rela berkorban, terutama para pemain kunci dari academy ini. Di atas semua kesukaran tersebut, ada beberapa hal yg mesti kita rampungkan sebagai langkah awal demi terwujudnya academy ini:

1. Tanah yg sedikit Luas
2. Gedung atau Sejenis Padepokan
3. Biaya Operasional
4. Guru Balaba (Baca: Budaya)

Apa Target dari Buton Balaba(baca:Cultural) Academy?

Jika kurikulumnya mampu kita susun dan jalankan dengan baik, dan sosialisasi yg kita lakukan mampu meyakinkan sebahagian besar masyarakat Buton, maka saya memimpikan hal-hal berikut ini:

1. Mendesak pemerintah daerah memasukan hal ini secara terorganisir sebagai muatan lokal bagi seluruh sekolah mulai SD, SMP, dan SMA di Buton Raya. Hal ini haruslah dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga dalam waktu 5-10 tahun ke depan kita bisa menyaksikan sebuah generasi yg mampu dengan fasih menafsirkan "Bula Malino" atau "Payisa Mainawa" tanpa canggung.
2. Jika kemudian generasi ini mempelajari Balaba dengan tingkat keseriusan yg tinggi, dalam waktu 5-10 tahun ke depan harus tampil pesilat setangguh berkelas juara dunia.
3. Berdirinya sebuah perpustakaan yg memiliki koleksi lengkap tentang sejarah dan budaya Buton yg mampu memberikan keyakinan kepada generasi muda Buton bahwa merekalah pewaris Budaya Buton itu dan pada tangan merekalah semua warisan itu sekarang berada dan dikembangkan..

Masih banyak hal yg perlu dibicarakan, termasuk nama academynya. Tetapi itu dulu sekelumit ide, dan saya persembahkan untuk forum diskusi untuk menanggapinya...Salam.

Tidak ada komentar: